Friday, May 12, 2017

thumbnail

KEBERHASILAN BUDI DAYA LOBSTER AIR TAWAR DENGAN MENJAGA KUALITAS AIR

Kualitas Air

Sebagai sarana hidup utama bagi lobster air tawar, air membutuhkan perhatian khusus dalam budi daya lobster air tawar. Kualitas dan sumber air yang tersedia harus menjadi pertimbangan utama dalam pemilihan lokasi budi daya. Jangan sampai setelah lokasi budi daya lobster dibangun, ternyata kualitas airnya jelek atau lebih parah lagi sulit mendapatkan air.
Sumber air yang digunakan bisa berasal dari air tanah, air PAM (perusahan air minum), dan air sungai. Air tanah dapat langsung digunakan tanpa harus diolah terlebih dahulu. Namun, tempat budi daya yang terletak di daerah yang berdekatan dengan pantai tidak dapat menggunakan air tanah karena mengandung kadar garam dan tingkat kesadahan yang tinggi. Sebaiknya budi daya lobster torair tawar di daerah ini menggunakan air PAM atau air ledeng. Air PAM memang bersih, tetapi kadar klorin dan kaporit yang dikandungnya sangat tinggi. Klorin dan kaporit kuat selama setengah hari atau mendiamkan air PAM tersebut terlebih dahulu di udara terbuka selama 24 jam. Jika masih berbau kaporit, ke dalam air dapat ditambahkan potasium tiosulfat (K₂S₂O₃) dengan dosis 1 kristal untuk 300 liter air. Setelah itu, air siap dugunakan untuk budi daya lobster air tawar.
Setelah satu parameter kualitas air untuk budi daya lobster air tawar adalah kandungan oksigen terlarut. Kandungan oksigen terlarut harus t
etap berada di atas 3 ppm. Karenanya, diperlukan bantuan berupa air mengalir atau pemberian oksigen melalui aerator. Suhu ideal untuk pemeliharaan lobster air tawar adalah 24-26⁰C dengan fluktuasi maksimum 2-3⁰C. Menghindari fluktuasi suhu yang tinggi dapat dilakukan dengan cara mengatur kedalaman air dan memberi naungan agar terhindar dari kenaikan suhu akibat panas matahari.
Parameter lain yang harus diperhatikan adalah kesamaan atau pH, 
kalsium, dan amonia terlarut. Keasaman atau pH air yang ideal untuk memelihara lobster air tawar adalah 7 atau netral. Mengukur pH air dapat dilakukan menggunakan kertas dicelupkan ke dalam air, lalu perubahan warnanya dibandingkan dengan indikator yang tersedia. Angka yang terbaca pada warna indikator yang cocok dengan perubahan warna kertas lakmus adalah nilai pH air yang diukur. Pengukuran juga dapat dilakukan menggunakan tetra test pH. Diambil 5 mil air yang akan diukur, kemudian diteteskan tetra test pH sebanyak 7 tetes kedalamnya. Selanjutnya tinggal mencookan perubahan warna yang terjadi dengan indikator yang tersedia. Dalam proses pemeliharaan, penurunan pH air dapat terjadi karena aktivitas lobster. Karenanya, penggantian air secara berkala sangat diperlukan.
Sesuai dengan namanya, lobster air tawar tidak dapat hidup di air yang memiliki garam tinggi. Para petani yang tinggal berdekatan dengan garis pantai dan memanfaatkan air tanah, harus memeriksa kadar garam atau salintasi air yang akan digunakan. Air yang digunakan harus memiliki salintasi tawar atau sekitar 0-3 ppt. pengukuran salintasi dapat dilakukan menggunakan alat salinometer. Caranya, air diteteskan ke dalam alat tersebut. Nilai salintasi akan terbaca dalam bentuk sekala di alat tersebut.

Pakan Lobster Air Tawar

Lobster air tawar termasuk binatang yang tidak rewel dalam soal pakan, sehingga petani tidak direpotkan dalam penyediaannya. Lobster air tawar adalah binatang omnivora, segala makanan yang ada di depannya kemungkinan besar akan disantapnya, tidak terkecuali temannya sendiri yang sedang tidak berdaya.
Agar lobster yang dipelihara dapat hidup dan tumbuh sempurna, jenis pakan, kandungan protein, dosis, dan frekuensi pemberian pakan harus diperhatikan. Jenis pakan yang dapat diberikan kepada calon induk lobster air tawar adalah udang segar, cacing halus, pelet udang, atau pakan nabati seperti ubi jalar tanaman air. Setandar kandungan protein dalam pakan yang diberikan memiliki nilai optimum 35-40%. Dosis yang diberikan adalah 3% dari bobot tubuh hidup lobster air tawar. Karena lobster air tawar memiliki sifat nocturnal, persentase pakan yang diberikan untuk dimakan pada malam hari lebih banyak dibandingkan dengan siang hari.
Jenis pelet yang diberikan adalah pelet komersial seperti pelet untuk udang windu atau udang galah.
Cacing halus juga dapat diberikan kepada lobster sebagai variasi pakan. Variasi pakan tersebut berguna untuk melengkapi gizi yang mungkin tidak terdapat pada pelet. Jenis cacing yang dapat diberikan sebagai pakan adalah cacing tanah, cacing sutra, dan cacing darah, baik yang masih hidup maupun yang sudah dibekukan.
Sebelum diberikan kepada lobster, sebaiknya cacing-cacing tersebut dibersihkan terlebih dahulu.

Perlengkapan Pendukung Budi Daya Lobster Air Tawar

a. Tempat Persembunyian Lobster

Dalam budi daya lobster air tawar, tempat persembunyian harus disediakan. Hal ini berhubungan erat dengan daur hidup lobster yang mengalami mol-ting. Lobster akan bersembunyi di tempat yang telah disediakan agar tidak diserang dan dimakan oleh lobster lain. saat molting, kondisi lobster sangat lemah, selama 2-3 hari lobster hanya berdiam dari tempat persembunyian hingga kulit yang baru tumbuh mengeras.
Tempat persembunyian untuk lobster dapat dibuat dari batako berlubang, paralon, dan kayu-kayu tua yang berlubang.
Batako berlubang lebih cocok digunakan untuk lobster yang masih kecil. Setelah berumur 3-4 bulan, lobster tersebut tidak dapat lagi masuk ke dalam lubang batako karena ukuran tubuhnya telah membesar. Pada umur tersebut, tempat persembunyian yang ocok adalah pipa peralon. Peralon berdiameter 4 inci dipotong dengan panjang 15-20 cm dan peralon berukuran 2 inci dipotong menjadi 10-15 cm. Sementra itu, paralon-paralon berukuran kecil dipotong dengan panjang sekitar 5 cm. Saat pembersihan kolam, tempat-tempat persembunyian lobster tersebut juga harus dibersihkan dengan ara disikat.

b. Aerator

Aerator sangat berguna untuk mempertahankan konsentrasi oksigen terlarut dan menjaga kesegaran air. Jika pasokan oksigen di dalam wadah pemeliharaan kurang, lobster akan mengalami gangguan yang dapat menyebabkan kematian.
Ada bermacam-macam ukuran dan kapasitas kerja aerator yang dijual di pasaran. Penggunaan aerator ini harus disesuaikan dengan ukuran wadah pemeliharaan, jumlah lobster yang dipelihara, dan jumlah akuarium. Aerator ukuran kecil hanya dapat digunakan untuk mengaerasi 1 akuarium berukuran kecil dengan 1 selang udara, Sedangkan aerator yang berukuran besar dapat digunakan untuk mengaerasi akuarium dalam jumlah yang banyak sekaligus.
Pendistribusian udara dari aerator ke banyak akuarium menggunakan selang yang bercabang. Percabangan ini dapat dilengkapi dengan mengatur besar-kecilnya udara yang diembuskan ke akuarium.

c. Peralatan untuk Membersihkan Wadah

Untuk menjaga kebersihan wadah dan air, wadah pemeliharaan harus dibersihkan secara rutin. Pembersihan dapat dilakukan dengan 2 cara, yakni dengan menyedot kotoran dengan alat sifon atau selang, mengurus, serta membersihkan wadah tersebut. Pembersihan tersebut memerlukan peralatan, seperti sikat, sifon, selang, dan spon.

Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments