Thursday, April 13, 2017

thumbnail

PELUANG USAHA MENJANJIKAN DENGAN TERNAK KELINCI

Kelinci merupakan binatang yang popular dan banyak digemari oleh sebagian masyarakat dunia. Tentu saja, karena bentuknya yang mungil dan menggemaskan. Berdasarkan tujuan memeliharannya, ada dua jenis kelinci, yaitu kelinci pedaging dan kelinci hias. Sesuai namanya, kelinci pedaging dipelihara untuk dimanfaatkan dagingnya. Biasanya kelinci jenis ini memiliki ukran yang besar, Selai dagingnya, kelinci ini juga  dimanfaatkan kulitnya untuk dijadikan jaket,sweater, tas, dan aksesoris lainnya. Kelinci hias dipelihara untuk dijadikan hewan peliharaan karena kelinci ini memiliki bulu dan penampilan yang sangat indah. Harga kelinci hias biasanya lebih mahal dibandingkan dengan kelinci pedaging karena kelinci hias  memerlukan perawatan yang cukup ekstra dibandingkan dengan kelinci pedaging. Harga untuk kelinci hias yang berumur 1-2 bulan berkisar antara Rp 200.000-Rp 500.000. Kelinci pedaging pun tidak kalah dengan kelinci hias karena potensi kelinci pedaging untuk dijadikan komodias ekspor cukup besar. Hal tersebut tampak  dari adanya permintaan yang cukup tinggi akan daging kelinci karena daging kelinci memiliki kandungan kolestrol yang lebih rendah dibandingkan dengan daging sapi. Jelaslah bahwa kelinci memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dan bisis di bidang budi daya klinci sangat menggiurkan.

Cara beternak kelinci yang baik

Berdasarkan tujuan pemeliharan, kelinci daging menjadi 2 macam, yaitu sebagai hewan peliharaan dan sebagai sumber protein hewani (konsumsi/pedaging).Biasanya klinci yang dijadikan sebagai hewan peliharaan adalah kelinci hias karena kelinci jenis  ini memiliki bulu dan penampilan yang menarik (seperti kelinci jenis loop dan angora), sedangkan kelinci yang dijadikan sebagai sumber protein (konsumsi/pedaging) umumnya jenis kelinci yang memiliki ukuran tubuh cukup besar (seperti kelinci jenis flemish giant, rex, new zealand white, dan satin). Untuk kelinci konsumsi/pedaging, daging dan kulitnya dapat dimanfaatkan. Biasanya kulit kelinci jenis ini dimanfaatkan sebagai bahan dasar kerajinan tangan, seperti tas, sepatu, sweater, jaket, syal, dompet, dan sebagainya.

Persiapan kandang

Kandang mterupakan salah satu syarat utama di dalam keberhasilan budi daya hewan ternak, termasuk budi daya kelinci karena kandang dapat menjadi media penularan berbagai penyakit jika kondisi kandang kurang diperhatikan, baik dari segi kebersihannya, lingkungan sekitar kandang, maupun ukuran kandang. Jenis kandang  kelinci terdiri dari kandang masal yang di dalamnya berisi lebih dari 2 ekor kelinci dan ada pula kandang individual yang satu kandang berisi 1 ekor kelinci. Untuk kandang induk, sebaiknya di buat kandanang individual agar mudah mengetahui kelinci mana yang akan dikawinkan. Kandang bagi anak kelinci yang sudah lepas sapih sebaiknya menggunakan jenis kandang masal agar lebih ekonomis karena tidak memakan banyak tempat. Kelinci hias sebaiknya di mandikan secara rutin dengan menggunakan sabun khusus agar keindahan kelinci tetap terjaga.
Ada beberapa tahapan yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kandang kelinci, antara lain :
  • Pemilihan lokasi

Hal pertama yang perlu diperhatikan sebelum membuat kandang kelinci adalah lokasi kandang. Kandang sebaiknya ditempatkan jauh dari penduduk adalah 7 meter. Lokasi kandang sebaiknya dibuat di daerah pedesaan yang memiliki sumber pakan alami yang melimpah berupa rumput. Suhu yang baik untuk habitat  kelinci adalah antara lain 15-25 drajat C. Selain itu, lokasi kandang pun harus berada  di dekat sumber air bersih agar proses budi daya dapat berjalan dengan baik.
  • Ukuran kandang

Adapun ukuran kandang merupakan hal yang terpenting di dalam budi daya kelinci. Ukuran kandang yang akan di buat sebaiknya tidak terlalu sempit karena jika kelinci ditempatkan di kandang yang sempit dalam jangka waktu yang lama dapat mengakibatkan kecacatan atau terganggunya perkembangan dan pertumbuhannya. Adapun ukuran minimal untuk kandang kelinci, panjang kandang tiga kali panjang kelinci, dan tinggi kandang 3,1/2 kali panjang kelinci.
  • Fentilasi udara

Dengan adanya fentilasi udara yang baik, kelinci akan tampak lebih sehat dan segar karena fentilasi udara menjadikan aliran udara di dalam kandang berjalan dengan baik pula.
  • Tempat pembuangan kotoran

Sebaiknya kandang kelinci dibuatkan tempat kehusus untuk pembuangan kotoran sehingga kandang akan mudah dibersihkan, terjaga kebersihannya serta terhindar dari berbagai penyakit dan bau yang tidak sedap.

Cara pemilihan bibit kelinci

Bibit kelinci haruslah tampak segar dan lincah, bulunya bersih, memiliki corak warna yang unik dan indah, serta tidak cacat dan berpenyakit. Bibit yang berkualitas otomatis bibit yang sehat. ciri-ciri yang sehat adalah sebagai berikut :
  1. Berasal dari keturunan unggul.
  2. Gerakannya aktif/lincah.
  3. Matanya bersih dan tampak jernih.
  4. Tidak cacat.
  5. Badannya kekar.
  6. Bulunya bersih.
  7. Hidung dan mulutnya tidak beringus atau berliur.
  8. Bagian anusnya tidak kotor.
Dengan bibit yang berkualitas, akan menghasilkan keturunan yang berkualitas dan harga jualnya tinggi. Kelinci yang akan dijadikan induk memiliki beberapa kriteria, antara lain :

Induk jantan :

  1. Kelinci sudah mencapai umur 5 bulan.
  2. Berbadan segar dan lincah.
  3. Memiliki birahi yang tinggi.
  4. Telinganya tegak.
  5. Matanya bersih dan jernih.
  6. Tidak berpenyakit.
  7. Tidak cacat.

Indukan betina :

  1.  Kelini sudah mencapai umur 5 bulan.
  2. Telinganya tegak.
  3. Tidak berpenyakit.
  4. Tidak cacat.
  5. Tubuhnya segar dan gemuk.
  6. Memiliki 8 buah puting susu.
  7. Memiliki bulu yang lebat yang berfungsi untuk pembuatan sarang.
 

Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments